Isuzu Sidoarjo

0821 4312 7224
0878 5426 8616
BBM: 7C490714
BBM: D20499CB

Review

Datsun GO T active

Datsun Go Panca T Active. Inilah varian termewah yang dimiliki Datsu GO Panca untuk memenuhi kebutuhan para konsumennya, sebagai mobil dengan harga bersahabat.


Datsun Indonesia pun melansir harga Rp 99,9 juta untuk LCGC ini. Jika dilihat dari harga yang tidak sampai Rp 100 juta ini, apakah Go Panca T Active ini memiliki value for money yang tinggi?

Dimulai dari bagian eksterior. Jujur, cukup sulit untuk membedakan dari tampak depan GO+ Panca dengan GO Panca, karena keduanya memiliki bentuk yang serupa. Namun pada GO Panca tipe T Active ini, Datsun menyematkan aerokit agar tampilannya terlihat lebih gahar.

Anda pun harus mengetahui, bahwa pada seluruh varian yang dihadirkan, hanya menggunakan pelek kaleng yang dipermanis dengan adanya dop berlogo Datsun. Begitu juga dengan ukuran ban 155/70 R13 yang terlihat tidak proposional. Alhasil menjadi catatan pertama pemilik GO Panca kelak untuk melakukan up-size pada roda.

Masuk ke dalam ruang kabin, tidak ada perbedaan mencolok yang dimiliki tipe termahal pada GO Panca ini. Hanya saja pada tipe T Active ini telah menggunakan headunit dari JVC yang hanya menyediakan fitur konektivitas USB, tunner dan AUX.

Datsun memang memiliki kelebihan ruang kabin yang luas berkat tersedianya desain jok yang tipis. Dengan begitu kami pun dapat menyimpulkan bahwa Datsun GO Panca memiliki habitat di perkotaan, karena kurang nyamannya jika melakukan perjalanan jauh dengannya. Kendati demikian Datsun berhasil memberikan sisi positif dari penempat­an tuas transmisi yang memiliki posisi pas bagi pengemudi. Visibilitas keluar pun juga cukup baik.

Pada sektor mesin, Datsun hanya menyediakan satu pilihan mesin, yaitu unit berkapsitas 1.198 cc 3-silinder dengan output 68 dk dan torsi puncak 104 Nm. Bagaimana rasanya? Kami pun langsung melakukan pengujian untuk membuktikan seberapa besar performa yang dimiliki. Tenaga 64 dk yang dimiliki mampu mencatat waktu 14,3 detik untuk akselerasi 0-100 km/jam.

Dari hasil catatan waktu yang diraih pun tergolong baik melihat tenaga yang dihasilkan tidak terlalu besar, hal ini dikarenakan bobotnya yang ringan, hanya 785 kg. Hal ini tentu berdampak buruk pada pe­ngendaliannya, dimana gejala body roll mudah timbul di tikungan dalam kecepatan tinggi.

Namun hal tersebut bukan perkara besar, karena sejatinya GO Panca bukan sebuah mobil yang diperuntukan memacu adrenalin, melainkan efesiensi dalam berkendara. Benar saja konsumsi BBM yang dicatat pun tergolong irit. Karena, ketika di dalam kota dengan rata-rata kecepatan 22 km/jam, GO Panca mencatat 15,2 km/l. Sedangkan untuk konsumsi BBM di tol dengan rata-rata kecepatan 85 km/jam mencatat 20,1 km/l.